Sunday, 24 September 2017

Apa Itu Artificial Intelligence

Mengenal Apa Itu AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan???

    Artificial Intelligence merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Sederhana nya gini sebuah instruksi pintar yang diberikan kepada program maupun mesin. Istilah ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di konferensi darthmouth. Sejak saat itu , AI terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenail teori teori dan prinsip prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun AI baru muncul pada 1956 tapi teori teori yang mengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941. Berikut Tahapan tahapan teori dalam Artificial Intelligence.


Sejarah Perkembangan Artificial Intelligence

  • Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahu 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemosresan informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik dan dikembangkan di USA dan jerman. Saat itu komputer membutuhkan ruangan yang luas , AC yang terpisah dan melibatkan ribuan kabel untuk menjalankan suatu program.Itu tentunya sangat merepotkan programmmer dalam membuat program. Pada tahun 1949 , berhasil ditemukan komputer yang mampu membuat pekerjaan memasukkan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan yang mengarah ke AI.

  • Masa Persiapan ( 1943 -1956)
Pada tahun 1943 , Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model sel syaraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai on dan off.mereka menunjukan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan sederhana. pada tahun 1950 , Nobert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat . Penemuan ini yang merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956 John McCarhty membuat sebuah team utuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata , jaringan syaraf dan mempelajari intelligence. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numeric dan menyelsaikan masalah pemikiran , yang dinamakan principia mathematica. Hal ini menjadikan john McCarthy disebut sebagai fathre of AI.

  • Awal Perkembangan AI (1952 – 1969)
Pada tahun pertama perkembangannya , AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newel dan Simon dengan sebuah program disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memlulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958 McCarthy di MIT AI lam mendefinisikan bahasa pemograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program program AI. pada tahun 1959 keluarlah sebuah program AI yaitu Geometry Theorm Prover  yang dapat membuktikan suatu teorama teorama menggunakan axioma-axioma yang ada.Pada tahun 1968 , Program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ.

  • Perkembangan AI Melambat ( 1966- 1974)
Prediksi Herbert Simon pada tahun 1957 yang menyatakan bahwa AI akan menjadi ilmu pengetahuan yang akan berkembang pesat ternyata meleset. Pada 10 tahun kemudian, perkembangan AI melambat. Program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan pada subjeknya. Program AI berhasil hanya karena manipulasi sintetis yang sederhana. Sebagai contoh adalaha Weizenbaum’s ELIZA program (1965) yang dapat melakukan percakapan serius pada berbagai topic, sebenarnya hanyalah peminjaman dan manipulasi kalimat-kalimat yang diketikkan oleh manusia.


  • Sistem Berbasis Pengetahuan (1969-1979)
Pengetahuan adalah kekuatan pendukung AI. Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk memcahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapat dari spectrometer massa. Program ini dinamakan Dendral Programs yang berfokus pada segi pengetahuan kimia. Dari segi diagnosis medis juga sudah ada yang menemukannya, yaitu Saul Amarel dalam proyek Computer in Biomedicine. Proyek ini diawali dari keinginan untuk mendapatkan diagnose penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.

  • AI menjadi sebuah industri (1980-1988)
Industrialisasi AI diawali dengan ditemukannya expert system (system pakar) yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi system-sistem computer baru. Program tersebut muali dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982. Pada tahun 1986, program ini telah berhasil menghemat 40 juta dolar per tahun. Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Adapun perusahaan yang menawarkan software tool untuk membangun system pakar seperti Carnegie Group, Inference, Intellicorp, dan Technoledge. Untuk perusahaan hardware yang turut berperan dalam pembangungan workstation yang digunakan untuk optimalisasi program LISP adalah LISP Machines Inc., Texas Instrument, Symbolics, dan Xerox.

Adapun Beberapa Contoh Pada Pemanfaatan AI Diantaranya:

1. Dalam bidang game
Setiap game pasti memiliki AI standar, misalnya jika anda memerintah ini, maka si AI akan menjalankan tugasnya. Bahkan banyak game-game yang bertemakan sci-fi seperti HALO, Mass Effect, Crysis, dll di dalam game tersebut masing-masing karakter memiliki AI nya sendiri. Jadi ini bisa dikatakan AI di dalam AI.

2. Dalam bidang pendidikan
Kalau ada tugas atau kerjaan hampir kebanyakan kita mencari-cari kata kuncinya ke google, udah nggak ke buku lagi, alasannya tentu lebih praktis, mudah, dan juga rinci. Ini kan berarti peran AI sudah melekat erat pada bidang pendidikan. Istilahnya yaitu eLearning. Sedikit penjelasan eLearning : eLearning adalah suatu metodologi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komputer (khususnya internet) sebagai medianya dan dipercaya dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran dan dari segi sumber daya akan dapat menghemat biaya.

3. Dalam bidang pertahanan dan keamanan
AI juga bisa dipakai untuk militer. Mungkin setelah mempertimbangkan WW1 WW2 dulu, nyawa manusia sekarang lebih diperhatikan dalam perang, makanya dibuat aneka kendaraan dan senjata dengan bantuan AI agar nyawa para prajurit lebih aman. Contohnya UAV ini.

4. Dalam bidang perfilman
Selain AI juga berperan dalam proses pembuatan film itu sendiri, teknologi AI seperti ini juga banyak diangkat dalam cerita dunia perfilman. Misalnya dalam tokoh animasi seperti robot pengolah sampah Wall-E sampai film aksi Iron Man dan masih banyak lagi.

5. Dalam bidang industri
Keberadaannya AI sendiri juga sangat membantu dalam bidang industri seperti halnya pemanfaatan robot yang digunakan dalam merangkai sebuah mesin sehingga mampu memberikan kemudahan dan keamanan terhadap pengelola.


Sumber:
https://lppm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/160B2-OK-Jurnal9-MD-Kecerdasan%20Buatan.pdf

Tuesday, 4 July 2017

REVIEW JURNAL ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI (IT GOVERNANCE) PADA BIDANG AKADEMIK DENGAN COBIT FRAME WORK STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG

Judul : Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi ( It Governance ) pada Bidang Akademik dengan Cobit Frame Work Studi Kasus pada Universitas Stikubank Semarang
Jurnal : Teknologi Informasi DINAMIK
Link jurnal : unisbank.ac.id/ojs/index.php/fti1/article/download/361/238
Volume dan halaman : volume 16 no 2, halaman 1 - 11
Tahun : 2011
Penulis : Agus Prasetyo Utomo dan Novita Mariana
Reviewer : Muhammad Dimas Ferdiansyah
ISSN : 0854­-9524

Tujuan Penelitian
Menerapkan, merancang serta mengendalikan IT Governance pada UNISBANK, terutama yang berhubungan dengan layanan akademik, serta menghubungkan domain delivered (DS) dan monitor evaluate (ME) yang masing masing terdiri dari beberapam proses. lalu memetakan tingkat maturity proses TI lembaga saat ini sehingga dapat diukur posisi proses nya.

Manfaat Penelitian
manfaat yang di dapatkan nantinya diharapkan rekomendasi pengelolaan TI ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan pihak manajemen TI bagaimanasebaiknya pengelolaan TI untuk mendukung kinerja layanan akademik yang dilakukan oleh BAAK  terutama dalam pelayanan danmonitoring dari TI tersebut.
​
Metode Penilitian
Melakukan  studi  lapangan  mengenai proses penggunaan  TI yang  sedang berjalan  dan  mengumpulkan  dokumen mengenai  visi, misi, strategi, tujuan,  dan struktur lembaga UNISBANK. Serta Metode ini disusun menggunakan control process berdasarkan management guidelines COBIT (Control Objectives For Information And Related Technology)  yang menyediakan referensi best business practice yang  mencakup keseluruhan proses bisnis organisasi dan memaparkannya dalam struktur aktivitas­ aktivitas  logis yang  dapat dikelola dan dikendalikan secara efektif.  

Hasil Dan Pembahasan 
Pada jurnal ini Jumlah  responden  yang  dipilih  untuk pengisian  kuesioner sebanyak 37 orang responden yaitu meliputi karyawan P2ICT dan karyawan BAAK,  dosen dan  mahasiswa UNISBANK  tingkat akhir.  Responden  yang  dipilih  adalah merekayang mempunyai  kemampuan untuk menilai penggunaan TI saat ini berkaitan  dengan kegiatan layanan akademik UNISBANK. 


Mendidik Dan Melatih User
Berdasarkan hasil fakta yang diperoleh dari kuesioner yang menggunakan model maturity, proses ini berada pada tingkat 4 (Diatur) , artinya: 
  1. Program pendidikan dan pelatihan SDM sudah dilakukan secara terpadu dengan hasil terukur. 
  2. Institusi menjadikan program pendidikan dan pelatihan sebagai salah satu hal pertimbangan dalam peningkatan jalur karir SDM. 
  3. Pengkajian ulang  setiap  penyelenggaraan pelatihan dan program pendidikan dilakukan secara terjadwal dan pembaharuan program pelatihan dan pendidikan selalu dilakukan 
Mengelola Data
Pengelolaan  data maupun pengelolaan arsip dan  dokumen berkaitan  dengan proses akademik menjadi tanggung jawab BAAK baik  di  tingkat universitas dan  masing­masing  Program  Studi. Sedangkan  pengelolaan  data akademik secara online merupakan tanggung jawab P2ICT. 

Monitor Dan Evaluasi
Berdasarkan model maturity, proses ini berada pada tingkat 3 (Ditetapkan) ,  artinya: 
  1. Sudah  terdapat standarisasi  prosesmonitoring yang dikomunikasikan ke seluruh  unit kerja yang  ada di  Institusi
  2. Program  pendididkan  dan  pelatihan untuk monitoring diberikan untuk stafyang bertanggung jawab atas monitoring kinerja TI. 
  3. Pengukuran  kontribusi  fungsi  layanan yang diberikan  kinerja TI terhadap kinerja Institusi  sudah didefinisikan sesuai  dengan  kriteria operasional
Rekomendasi IT Governance Lembaga 
Untuk  dapat mendukung  pencapaian  tujuan UNISBANK  setidaknya tingkat maturitypengelolaan TI yang dilakukan minimal harus berada pada tingkat  level 4 – diatur(managed) dimana proses di monitor dan  diukur menggunakan indikator tertentu.

Kesimpulan
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Lembaga UNISBANK memiliki pengelolaan TI dalam mendukung layanan akademik dan dirasakan perlu dilakukan perbaikan terhadap beberapa control process yang dirasakan sangat penting menurut Lembaga yang terkait saat ini. Dalam pembuatan rekomendasi IT Governance dilakukan berdasarkan posisi maturity masing­masing control process tersebut. Untuk menentukan maturity tersebut menggunakan model maturity yang merupakan pemetaan yang menggambarkan kondisi control process tersebut pada saat ini dan dilakukan perbandingan antara keadaan saat ini dan hasil pemetaan.

Berdasarkan hasil review dari jurnal ini, penulis dari review ini (selaku pemilik dari blog) ingin menyampaikan komentar tentang keunggulan dan kekurangan yang didapat dari jurnal:

Keunggulan :
Dapat dilihat bahwa jurnal ini disampaikan dengan sangat detail mengenai permasalahan serta solusi yang dijelaskan. struktur serta kerangka jurnal yang lengkap menjadikan jurnal ini memiliki data- yang dipaparkan secara lengkap, metode penilitian nya pun berdasarkan analisis data hasil kuesioner. 

Kekurangan :
Penjelasan setiap bab nya menggunakan kalimat yang sangat panjang dan berulang-ulang, sehingga pembaca sulit untuk memahami isi dari jurnal tersebut. 

Sunday, 18 June 2017

Service Level Agreement & Operational Level Agremeent

Definisi SLA 

SLA singkatan dari Service Level Agreement atau jika diterjemahkan adalah, Perjanjian Tingkat Layanan , Pengertian SLA adalah bagian dari perjanjian layanan secara keseluruhan antara 2 dua entitas untuk peningkatan kinerja atau waktu pengiriman harus di perbaiki selama masa kontrak. Dua entitas tersebut biasanya dikenal sebagai penyedia layanan dan klien, dan dapat melibatkan perjanjian secara hukum karena melibatkan uang, atau kontrak lebih informal antara unit-unit bisnis internal. SLA ini biasanya terdiri dari beberapa bagian yang mendefinisikan tanggung jawab berbagai pihak, dimana layanan tersebut bekerja dan memberikan garansi, dimana jaminan tersebut bagian dari SLA memilikitingkat harapan yang disepakati, tetapi dalam SLA mungkin terdapat tingkat ketersediaan, kemudahan layanan, kinerja, operasi atau tingkat spesifikasi untuk layanan itu sendiri. Selain itu, Perjanjian Tingkat Layanan akan menentukan target yang ideal, serta minimum yang dapat diterima.

SLA Sebagai Layanan Aplikasi Bisnis
Dengan mengetahui hal itu, diharapkan tingkat pelayanan dan juga tingkat minimum, pelanggan dapat menggunakan layanan dengan maksimal. Hal ini juga sangat membantu jika klien adalah perantara, yang menjual kembali atau bundling dengan pelayanan yang lebih besar yang sedang dijual. SLA telah digunakan sejak awal 1980-an oleh perusahaan telepon dengan pelanggan dan reseller yang lebih besar perusahaannya dengan pelayanan mereka. Konsep “tertangkap” dari bisnis unit dan usaha lainnya dalam perusahaan besar mulai menggunakan istilah dan pengaturan yang ideal dalam awal kontrak layanan telekomunikasi. Ide menciptakan sebuah layanan yang lebih besar dari layanan yang lebih kecil hampir membutuhkan SLA dari penyedia jasa. Misalnya, untuk memiliki cakupan ponsel nasional, Anda tidak perlu untuk membangun menara dan antena di seluruh kota. Sebaliknya, Anda bisa menemukan perusahaan lokal dan daerah yang menawarkan layanan yang sama, menulis tentang SLA dan mengukur hasilnya. Untuk pelanggan anda, anda akan menawarkan SLA yang sama. Dalam SLA asli tidak memerlukan perusahaan dari mana anda membeli, dan anda dapat mengontrol biaya anda, ketika pelanggan mematuhi SLA yang anda buat dengan mereka. Hal ini memberikan kemampuan bagi Perusahaan untuk menggunakan banyak sub kontraktor untuk menyediakan pelayanan yang lebih besar, namun mengendalikan biaya dan sumber daya untuk menawarkan produk yang lebih besar.

Mengapa SLA dibutuhkan
SLA dibutuhkan jika dilihat dari sisi Penyedia layanan adalah sebagai jaminan atas service yang diberikan kepada klien, sehingga klien tersebut bisa puas atas layanan yang diberikan, dampak lain yang akan muncul dari sisi penyedia layanana adalah konsep pemasaran tradisional yaitu pemasaran dari mulut ke mulut , maksudnya adalah klien akan memberikan rekomendasi kepada temannya/ rekan lainnya bahwa layanan yang diberikan oleh penyedia tersebut bagus, sehingga berharap teman/ rekan lainnya mau berlangganan kepada provider/ penyedia layanan tersebut. Dari sisi Klien adalah menjamin aspek ketersedian  (availability) informasi(kalau kita mengacu kepada konsep informasi yang berkualias, adalah mengacu kepada availability, accurate, Update). Sehingga pihak klien merasa terbantu dengan ketersediaan layanan yang diberikan oleh pihak provider, sehingga proses pengelolaan data/ informasi dengan pihak-pihak terkait (customer/ vendor) berjalan lancar & tidak terganggu karena layanan itu mati, bisa dibayangkan jika klien tersebut adalah sebuah institusi perbankan (dimana layanan yang dibutuhkan adalah 24 jam , dengan kata lain layanan internet nya tidak boleh down (mati), dan bisa dibayangkan juga jika layanan dari perbankan itu down (mati), akibatnya dari aspek pemasaran nasabahnya dari bank tersebut tidak akan percaya , sehingga dampak yang paling tragis adalah nasabah tersebut akan berpindah kepada layanan dari bank lain ?, begitupula layanan-layanan lainnya seperti Perguruan tinggi, yang nantinya akan berdampak kepada image yang kurang baik dari perguruan tinggi tersebut.

Definisi OLA

operational-level agreement (OLA) mendefinisikan hubungan saling tergantung dalam mendukung Service-level agreement (SLA). Kesepakatan tersebut menggambarkan tanggung jawab masing-masing kelompok pendukung internal terhadap kelompok pendukung lainnya, termasuk proses dan kerangka waktu untuk penyampaian layanan mereka. Tujuan OLA adalah untuk menyajikan deskripsi dukungan internal dari penyedia layanan yang jelas, ringkas dan terukur.

OLA kadang diperluas ke frase lain tapi semuanya memiliki arti yang sama:
  • organisational-level agreement
  • operating-level agreement
  • operations-level agreement

Perbedaan SLA dan OLA

  1. Service Level Agreement berfokus pada bagian layanan dari perjanjian, seperti uptime layanan dan kinerja. Di sisi lain, Perjanjian Tingkat Operasional adalah kesepakatan sehubungan dengan pemeliharaan dan layanan lainnya.
  2. Service Level Agreement pada dasarnya adalah kontrak antara penyedia layanan dan pelanggan. OLA adalah kesepakatan antara kelompok pendukung internal sebuah institusi yang mendukung SLA.
  3. Saat membandingkan kelompok sasaran, OLA memiliki kelompok sasaran lebih kecil daripada SLA.
  4. Berbeda dengan OLA, SLA menghubungkan penyedia layanan ke pelanggan.
  5. Perjanjian Tingkat Operasional lebih bersifat teknis daripada Service Level Agreement.

Contoh Kasus
Cara menghitung SLA, tergantung dari layanan yang diberikan , sebagai contoh yang saya ketahui beberapa provider IT  khususnya provider / penyedia layanan internet memberikan SLA antara 96% – 99%, artinya dalam 1 bulan pihak provider menjamin bahwa layanan yang diberikan adalah :

Menghitung SLA (asumsi dengan SLA 98%, artinya layanan standard mereka 98% dalam 1 bulan, dan 2% dianggap wajar jika terjadi mati (down) dalam layanan tersebut)

1 hari = 24 jam
1 bulan = 30 hari

Biaya bulanan Internet = Rp. 1.000.000

==> 1 bulan = 30 hari x 24 jam = 720 Jam (720 jam merupakan layanan 100%)

==> Sedangkan jika 98% maka layanan standard mereka adalah

==> 98% * 720 jam = 705.6 jam (layanan standard mereka, sisanya 14.4 jam dianggap wajar jika layanan itu mati (down)

Pengertian Restitusi dan Bagaimana menghitung Restitusi

Restitusi adalah pengembalian dalam bentuk (bisa dalam bentuk pembayaran (uang), ataupun lainnya (tergantung kontrak) dari pihak penyedia layanan kepada klien.
Sebagai contoh (dengan mengambil lanjutan perhitungan diatas), jika klien mempunyai kewajiban membayar Rp. 1.000.000 :

Biaya bulanan internet = Rp. 1.000.000
SLA layanan (contoh bulan Juli)  = 76,6% (100% – 23,3%), artinya pihak provider bulan juli hanya bisa memberikan layanan internet sebesar 76,6% artinya ada selisih (98% – 76.6% = 21.3%, yang tidak bisa dipenuh oleh pihak provider)

Nah 21,3 % itu adalah hak kita u/ mendapatkan penggantian, penggantian ini biasanya dlm bentuk pengurangan pembayaran, misalkan kita bayar
1bulan Rp. 1.000.000 = untuk layanan 98% (1% sekitar Rp. 10.204)

Maka u/ layanan hanya 76.6% = 1.000.000 – (21.3% X Rp. 10.204)
=  Rp1.000.000 – Rp. 217.345
=  Rp. 782.654

Kesimpulan
Dengan adanya solusi kasus yang di atas, maka pelanggan dapat memahami hak layanan yang harus diterima, dan sebagai kewajiban yang harus dipenuhi tingkat layanan yang telah disepakati. Terkadang jumlah pengembalian yang diberikan tidak sebanding dengan kerugian pelanggan dari matinya internet, oleh karena itu pihak provider diharapkan dapat memenuhi setidaknya dari jumlah SLA yang dijanjikan.

Daftar Pustaka :
  1. https://bambangsuhartono.wordpress.com/2013/07/26/pengertian-dan-cara-perhitungan-sla-service-level-agreement/
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Operational-level_agreement
  3. https://en.wikipedia.org/wiki/Service-level_agreement
  4. http://infotamanet.com/pengertian-dan-cara-menghitung-sla/
  5. https://servernesia.com/1460/apa-itu-sla/

Sunday, 14 May 2017

Pembahasan dan Perbandingan Dari Framework dalam Manajemen Layanan SI (COBIT 5, ITIL, ISO/IEC 27002)


COBIT 5 (Control Objectives for Information and Related Technology 5)

COBIT 5 adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan manajemen perusahaan IT (IT goverrnance framework), dan juga kumpulan alat yang mendukung para manager untuk menjembatani jarak (gap) antara kebutuhan yang dikendalikan (control requirments), masalah teknis (technical issues) dan resiko bisnis (business risk). COBIT mempermudah perkembangan peraturan yang jelas (clear policy development) dan praktik baik (good practice) untuk mengendalikan IT dalam organisasi. COBIT menekankan kepatuhan terhadap peraturan, membantu organisasi untuk meningkatkan nilai yang ingin dicapai dengan penggunaan IT, memungkinkan untuk menyelaraskan dan menyederhanakan penerapan dari the COBIT framework.

ITIL (The IT Infastructure Library)

ITIL adalah best practice famework yang mampu meningkatkan layanan atau computing service didalam sektor Teknologi Informasi. ITIL memberikan sekumpulan prosedur board of management, yang diterapkan kepada seluruh aspek dari infrastuktur Teknologi Informasi, yang memampukan organisasi untuk dapat mengelola operasional teknologi informasinya. 

ISO/IEC 27002 (International Organization for Standardization (ISO) / International Electrotechnical Commission(IEC))

ISO/IEC 27002 merupakan sebuah seri penduan dan prinsip-prinsip yang berfungsi untuk menginisiasi, implementasi, pemeliharaan dan meningkatkan kinerja manajemen teknologi informasi dalam sebuah organisasi IT. ISO/IEC 27002 merupakan standar yang diakui secara internasional karena memiliki cara yang baik di bidang kemanan (Security). Standar-standar dari ISO/IEC 27002 telah diakui dan diterima secara global sehingga ini merupakan best practice Perguruan Tinggi dalam bidang keamanan untuk berbagai macam sektor.

Kombinasi Antara COBIT, ITIL dan ISO/IEC 27002

Perbedaan mendasar yang terdapat pada metodelogi ITIL adalah bagaimana proses-proses dijelaskan dan ditangani pada setiap aktifitas dan flowchart yang berbeda yang nantinya diharapkan akan memberikan sebuah arahan untuk organisasi dalam penggunaan IT dengan efektif dan efisien. Namun, dari sisi Critical Success Factor, Cobit menjelaskan dengan lebih detail dan lebih tepat sasaran.
COBIT memiliki strukur yang lebih baik dalam hal mengalamatkan masalah-masalah yang berkaitan dengan IT Auditing, dalam hal IT Auditing pada COBIT mencakup area yang lebih luas dan  lebih cocok digunakan untuk menilai dan mengevaluasi  sebuah IT Governance. Fitur-fitur yang dimiliki COBIT dalam  penanganan terhadap masalah yang berkaitan dengan manajemen adalah COBIT mampu mereferensikan Critical Success Factor yang dibarengi dengan indikator kinerja dan model kapabilitas sebuah IT Governance. (Simonsson dan Johnson, 2008) berargumen bahwa ITIL tidak mendukung minat dalam IT (Strategic Interest of IT). Dalam hal ini COBIT diakui memiliki struktur IT Goverance yang lebih baik. 
ISO/IEC 27002 standar banyak digunakan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan keamanan informasi dan tidak hanya masalah yang terkait dengan manajemen TI. Dengan tujuan umum, jelas bahwa standar ISO/ IEC 27002 tidak sesuai dengan yang setara dengan metodologi ITIL seperti yang kita dapat membandingkan metodologi ITIL dengan  metodologi COBIT.
Dapat dilihat dalam melakukan komparasi antara COBIT dan ITIL, keduanya memiliki kesamaan dalam model dan terstruktur dalam kesamaan yang tinggi di bidang IT management, terlebih lagi COBIT menggunakan metodelogi ITIL dalam merombak strukturnya di versi yang terbaru. Ada beberapa masalah yang ditujukan oleh metodelogi ini dan terdapat sedikit perbedaan konotasi yang dapat dilihat dalam tabel berikut :

ITIL
COBIT
Incident Management
Administrate the problems and incidents
Problem Management
Administrate the problems and incidents
Configuration Management
Administrate and Configure
Change Management
Administrate Change
IT Services Financial Management
Identify and carry out
Apropriation Costs  
Capacity Management
Administrate
Performance and Capacity
Continuity of Service Management
Ensure Continuity of Services
Avalaibility
Management
Administrate
Performance and Capacity
Version Management
Administrate Change and Configuration
Service Level Management
Define and Manage Service Level

Metodelogi ITIL memiliki perbedaaan pada strukturnya, dapat dilihat sebagai contoh dalam penanganan Incident Management bahwa ITIL memiliki pendekatan yang lebih spesifik dan tidak memiliki bagian yang ekuivalen di dalam kerangka kerja COBIT. Namun, walaupun tidak adannya bagian yang ekuivalen, metodelogi COBIT tidak mengalamatkan masalah ini ke bagian lain dalam strukturnya atau COBIT melakukan pendekatan berbeda. ITIL menangani masalah ini dengan cara yang sangat detail pada level pemeliharaan jasa dan level operating agreements.  

ITIL dan COBIT dalam Relasinya dengan ISO/IEC 27002

menyoroti bahwa pelaksanaan keamanan dan kontrol dari standar ISO/IEC 27002 dikombinasikan dengan ITIL atau COBIT mengurangi ancaman kritis yang dapat mengganggu hasil proyek. ISO/IEC 27002 memiliki struktur utamanya untuk diterapkan berdasarkan suatu organisasi dan menjamin keseluruhan keselamatan di semua tingkat keamanan informasi dari suatu organisasi. Masalah administrasi dan manajemen ditangani oleh ITIL dan COBIT metodologi tidak memiliki struktur setara dibahas dalam ISO/IEC 27002 standar. ketersediaan informasi ditangani dalam ITIL dan COBIT dengan aspek kualitas, keandalan dan pemeliharaan IT menekankan bahwa ISO/IEC 27002 bersama-sama dengan ITIL dapat membantu penciptaan proses yang berkaitan dengan pengiriman dan dukungan dari IT.

Tabel. Usulan Metodologi Kombinasi

ITIL
COBIT
ISO/IEC 27002
Konsep / Proses
Critical
SuccessFactors (CSF)
Information Security
Aktivitas
Metrik(CSF/KPI)

Biaya /
Keuntungan
Good Practice
(CMM)

Perencanaan dan Eksekusi
Audit


Berdasarkan karakteristik dari masing-masing metodologi ini, kekuatan dan kelemahan mereka struktur dievaluasi capat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi metodologi ITIL, COBIT dan ISO/IEC 27002 harus dilaksanakan seperti yang ditunjukkan pada Tabel tersebut. Tabel ini dibangun dengan membandingkan tujuan pengendalian yang sama antara metodologi ITIL, COBIT dan ISO/IEC 27002. Sebagai hasil dari pekerjaan ini saran yang diajukan adalah bahwa metodologi ITIL harus digunakan untuk mendefinisikan strategi, konsep dan proses yang terkait dengan manajemen TI. COBIT harus digunakan untuk mengevaluasi kritis Keberhasilan faktor, metrik, indikator dan audit. Selain itu, standar ISO/IEC 27002 harus memandu pengelolaan TI dalam kaitannya dengan masalah keamanan IT

Thursday, 20 April 2017

Review Jurnal Business Process Management

Peringkas
Muhammad Dimas Ferdiansyah
Tanggal
19 April 2017
Topik
Sebuah studi yang Gunakan sebagai modeling Proses Bisnis di Bank Suncorp
Judul
A Study of the Use of Business Process Modelling at Suncorp
Penulis
Naif Hassan Alzubidi, Jan Recker, Eike Bernhard
Jurnal
Manajemen Layanan SI dengan metode Businness Proccess Management
download
http://apromore.org/wp-content/uploads/2011/11/Suncorp-project-report-1.pdf
Tahun
2011
Abstrak
Laporan ini dipublikasikan sebagai bagian dari Linkage Project ARC “Memfasilitasi Bisnis Proses Standarisasi dan Reuse”oleh QUT Proses Bisnis Manajemen Grup dan Suncorp. Tujuan dari laporan penelitian yang pertama dan utama untuk mendapatkan wawasan awal ke Proses penggunaan pemodelan di Suncorp. Untuk itu, Project Report No 1 khusus meneliti bagaimana sampel karyawan Suncorp ini membuat penggunaan model proses di hari-hari kerja mereka dan menilai dampak dari pemodelan proses bisnis. Sebuah survei itu dirancang dan digunakan untuk mewawancarai staf Suncorp melakukan pemodelan proses dan berinteraksi dengan model proses. The Suncorp Group of companies menawarkan berbagai produk dan layanan keuangan di Perbankan, asuransi umum, asuransi jiwa, superannuation dan produk investasi Australia dan Selandia Baru. Ini adalah bisnis terberat 25 besar ASX dengan nilai lebih dari $ 93 miliar Aset, memiliki sekitar 16.000 karyawan dan hubungan dengan lebih dari sembilan juta pelanggan.

BAB 1 PENDAHULUAN

Salah satu konsep penting Manajemen Proses Bisnis adalah memvisualisasikan yang ada atau Operasi organisasi masa depan dengan menggunakan model proses bisnis. Proses bisnis Pemodelan merupakan pendekatan grafis yang merepresentasikan aktivitas bisnis, kejadian, flow control, Stakeholder, dan hubungan semuanya adalah instrumen penting untuk mendokumentasikan Operasi bisnis, memfasilitasi komunikasi antara pemangku kepentingan yang relevan dan Otomatisasi serta tujuan pelaksanaan. Selain itu, proses model memungkinkan proses Mengubah keputusan untuk mengatasi masalah biaya, kepatuhan dan efisiensi. Selama bertahun-tahun, pemodelan proses bisnis telah dianggap sebagai praktik penting Dapat menambahkan nilai signifikan pada organisasi. Namun, hal itu juga membutuhkan substansial Investasi, misalnya dalam bentuk pelatihan, perkakas - dan tentu saja pemodelan itu sendiri. Ini menjelaskan bahwa karyawan merupakan faktor kunci keberhasilan pemodelan proses apapun prakarsa. Jika pemodelan proses pengetahuan bekerja, organisasi pun jauh lebih banyak Kemungkinan akan kehilangan manfaat potensial. Suncorp, salah satu dari 25 perusahaan terdaftar di Australia dan daftar terbesar di Queensland Korporasi, menyediakan berbagai produk perbankan dan asuransi langsung kepada nasabah Melalui jaringan cabang dan agensi yang luas, operasi call center, fasilitas on-line,Dan melalui perantara dan mitra perusahaan. Selama bertahun-tahun, ia telah berinvestasi Waktu dan usaha untuk menciptakan dan memelihara ribuan model proses.

BAB 2 RINGKASAN JURNAL

2.1 Business Process Modelling (Permodelan Proses Bisnis)
Tinjauan terakhir dari penelitian tentang pemodelan proses menunjukkan bahwa hanya sedikit saja Jumlah penelitian telah membahas penggunaan pemodelan proses dalam praktik sebenarnya. Selain itu, sebagian besar penelitian Sistem Informasi berfokus pada perspektif Notasi pemodelan proses bisnis dan alatnya dalam berbagai kegunaan, pemodelan proses Pedoman praktis, faktor penentu keberhasilan pemodelan proses, evaluasi proses Pendekatan pemodelan dan tantangan pemodelan. Dalam konteks ini, Eikebrokk dkk. (2011) Telah mengidentifikasi tiga aliran riset pemodelan proses. penulis meneliti Pengguna pemodelan proses dan juga melaporkan efektivitas pemodelan proses. Kedua Kelompok melaporkan studi pemodelan proses di perusahaan, dan kelompok ketiga fokus Tentang pengembangan teori pemodelan proses berbasis empiris dari bawah ke atas. Selanjutnya, Bandara dkk berpendapat bahwa kebanyakan pemodelan pemodelan terbitan Telah mengilustrasikan penggunaan alat tertentu atau aplikasi pemodelan bahasa yang dijelaskan.

2.2 Business Process Model Use (Kegunaan Model Proses Bisnis)
Data menunjukkan kesepakatan umum antara staf yang disurvei, Bisnis proses pemodelan dapat berguna dan bermanfaat untuk pekerjaan sehari-hari mereka. Tapi sejauh ini apakah karyawan terlibat menggunakan model proses bisnis di tempat kerja mereka? Menurut Recker, setiap kali pengguna percaya akan kegunaan teknik pemodelan, atau menemukan bahwa itu memainkan peran yang bermanfaat dalam mendukung pekerjaan mereka, mereka akan terus mendukung teknik pemodelan. Namun, hasil menunjukkan bahwa penggunaan model proses tampaknya menjadi agak rendah dan dengan demikian kurang dari apa yang seharusnya dalam hal positif para peserta pendapat tentang kegunaan dan manfaat yang dirasakan pemodelan proses bisnis.


Masalah lain mengenai penggunaan model proses yaitu seperti:
  • Kurangnya pengetahuan tentang model proses bisnis;
  • kurangnya penerapan model proses bisnis untuk aturan pekerjaan tersebut; dan
  • pemeliharaan proses bisnis, berarti sebagai salah satu peserta yang menyatakan:
  • penulis berkata "Saya hanya menulis (proses model) untuk proyek-proyek dan saya tidak percaya mereka meninjau secara teratur karena proses berubah begitu sering. "

BAB 3 KESIMPULAN

Penelitian menunjukkan bahwa proses pemodelan memang sangat penting untuk organisasi. Proses pemodelan membantu organisasi dalam memperoleh manfaat melalui proses dokumentasi, komunikasi, pelaksanaan, dan otomatisasi, antara lain. Mayoritas penelitian belajar perspektif pengguna akhir telah difokuskan pada pedoman untuk menggunakan tertentu pemodelan alat, metode, kerangka kerja, dan meneliti pengaruh orang-orang yang berhubungan dengan modellers' perilaku, keputusan atau pemodelan tata bahasa. Laporan ini mempelajari interaksi staf dengan model proses di Suncorp. Hal ini juga terungkap karyawan terlibat perdebatan tentang nilai dan manfaat dari proses pemodelan. Studi menunjukkan konsensus di antara semua peserta tentang menolong proses pemodelan di tempat kerja. Manfaat utama diidentifikasi proses pemodelan yang proses pemahaman, perbaikan proses, proses komunikasi dan proses analisis. Laporan ini selanjutnya dibahas kerja proses model dalam operasi sehari-hari ini dan menemukan bukti karena kurangnya penggunaan model proses.

Sumber : http://apromore.org/wp-content/uploads/2011/11/Suncorp-project-report-1.pdf

Thursday, 12 January 2017

Trend SI dan TI Dalam Bidang Kedokteran Dan Bidang New Media

Trend SI dan TI dalam bidang kedokteran
1. Perkembangan Komputer Dalam Bidang Kedokteran

     Perkembangan teknologi computer (informasi) yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi komputer relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS, negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasi komputer, rumah sakit rata-rata hanya menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi. Di sisi yang lain, masyarakat menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu tool penting dalam peradaban manusia untuk mengatasi (sebagian) masalah derasnya arus informasi. Teknologi informasi dan komunikasi komputer saat ini adalah bagian penting dalam manajemen informasi. Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte perkembangan terbaru. Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, TI mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari cara-cara manual. Konvergensi dengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat. Disamping itu, teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru.
     Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, atau yang biasa disebut sebagai e-Health, tengah mendapat banyak perhatian dunia. Terutama disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Tulisan ini mencoba mengulas bagaimana sebenarnya e-Health tersebut dan bagaimana implikasi teknologi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.Dengan berbagai potensinya ini, adalah naif apabila manajemen informasi kesehatan di rumah sakit tidak memberikan perhatian istimewa. Perkembangan teknologi informasi ini untuk mendukung manajemen rekam medis secara lebih efektif dan efisien. Walaupun status kesehatan Indonesia belum terpengaruh secara drastis dalam jangka pendek, krisis yang ekonomi telah berkepanjangan membuat perkembangan sistem kesehatan semakin lambat. Namun demikian, walau sudah dicapai banyak kemajuan, tetapi bila dibandingkan beberapa negara tetangga keadaan kesehatan masyarakat Indonesia masih tertinggal jauh.

2. Pengertian Sistem E-Helath


       E-Health merupakan istilah baru pelayanan kesehatan yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan gabungan komunikasi elektronik dan teknologi informasi dalam sektor kesehatan, dimana digital data ditransmisikan, disimpan dan diambil secara elektronik untuk kepentingan klinis, pendidikan dan administrasi. Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap, perilaku, komitmen, dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Mengapa e-Health perlu dilaksanakan? Di seluruh dunia, terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu. Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.

3. Diagram Sistem E-Health


Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). 

Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
-Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
-Sebuah perangkat antar-muka pasien
-Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
-Sebuah perangkat antar-muka pengguna
-Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.

Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara:
-Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
-Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.

4. Manfaat Sistem E-Health


Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kedokteran saat ini, dikarenakan untuk mengimbangi tingginya aktivitas dan penyampaian informasi secara detail dan cepat memang memerlukan penerapan suatu teknologi berbasis komputerisasi, berikut manfaat lain dari penerapan sistem E-Health dalam dunia kedokteran :
-Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
-Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
-Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
-Pemberdayaan pasien dan konsumen
-Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
-Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat

5. Contoh Penerapan E-Health


-Sistem Resep Elektronik
Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas. Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.

-Cara Kerja Sistem Elektronik
Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan modul pendeteksi ROM (Reaksi Obat Merugikan).Satu computer digunakan sebagai server (pusat data). Server tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya menggunakan hub pada LAN (Local Area Network). Perangkat lunak hanya di instalasi di computer server saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua atau banyak computer.

Perangkat lunak pada sistem resep elektronik pendeteksi ROM ini secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Mencatat semua data pasien yang dapat dengan mudah dicari kembali
2. Menulis resep elektronik tanpa kertas dan dapat langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien dapat langsung pergi ke apotek untuk ambil obat.
3. Membantu bapak ibu dokter dalam menulis resep dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan diresepkan dan mendeteksi apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut dalam resep dengan memberi peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
4. Mencatat data penggunaan obat
5. Membuat laporan dengan lebih cepat dan mudah

Dengan adanya sistem seperti ini sebenarnya akan sangat memudahkan seorang dokter dalam bekerja dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian suatu resep yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.

6. Bioinformatika


      Informatika kedokteran Biomedis bisa disebut juga Bioinformatika Kedokteran. Penggunaan open source development tools sangat diperlukan untuk mengembangkan aplikasi Bioinformatika kedokteran yang low cost dan dapat dipergunakan oleh banyak user. Bioinformatika adalah ilmu gabungan antara Biologi Molekular dan IT. Contoh aplikasi dari Bioinformatika akan dijabarkan di bawah. Bionformatika merupakan penggunaan IT untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan Biologi Molekular. Sepanjang sejarahnya, eksperimen biologi molekular telah mengumpulkan banyak sekali data ekspresi genetis. Dalam konteks kedokteran, data-data tersebut diambil dari sampel pasien. Data dalam jumlah banyak tersebut, perlu diolah menjadi informasi yang berguna. Bioinformatika bertugas untuk mengolah data-data genetis tersebut, menjadi informasi yang berguna secara kedokteran, misalnya untuk keperluan diagnostik dan terapi terhadap penyakit. Salah satu aplikasi konkrit dari bioinformatika adalah desain primer untuk mendeteksi keberadaan mikroba patogen, desain primer untuk mendeteksi kelainan genetis (uji genetis) dan desain vaksin untuk mencegah berbagai penyakit. Software yang digunakan pada umumnya bersifat open source, seperti Bioedit, Clustal, Deep-View, Pymol, dan Treeview32.
    Di Amerika Serikat, uji genetis mulai menjadi populer. Dalam beberapa kasus ekstrim, jika seorang pasien didiagnosa akan menderita kanker payudara dalam beberapa tahun ke depan, maka sang pasien akan menyetujui tindakan medis untuk mengangkat payudara. Ini sebagai tindakan preventif sebelum kanker terjadi. Uji genetis juga dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit keturunan lainnya, seperti sindrom down, huntington, atau sicke cell.  Prinsip Uji genetis adalah mengkawinkan ilmu biosensor dan bioinformatika. Bioinformatika bertugas untuk mencari kelainan genetis pada sekuens DNA atau protein yang umum ditemui pada pasien atau conserve region.
   Dalam hal ini, software yang digunakan pada umumnya adalah Bioedit dan Clustal. Jika pola\/pattern sudah ditemukan, maka pola tersebut akan dijadikan template untuk membentuk sistim biosensor genetis. Proses pencarian pola dimulai dengan penjajaran sekuens DNA pada editor teks, kemudian proses multiple sequence alignment di Clustal, dan pencarian conserve region di Bioedit. Semua dilakukan dengan aplikasi komputer. Pembentukan instrumen biosensor tentu saja berbeda dengan biosensor konvensional, seperti pada sensor diabetes. Pada biosensor untuk uji genetis, yang ditautkan ke sistim elektronik bukanlah enzim, namun DNA template yang ditemukan secara komputasi. Sistim biosensor ini disebut juga sebagai DNA Biochips.
      Dalam konteks ini, IT berperan sangat kuat dalam pencetakan DNA Biochips. Jika dalam praktik IT sehari-hari, kita menggunakan program pengolah kata, seperti Open Office atau Neo Office, dan kemudian dokumen hasil pengolahan tersebut di print, maka pencetakan DNA Biochips juga serupa. Ada aplikasi yang bertugas untuk mendesain model DNA biochips secara komputasi, dan ada printer khusus untuk mencetak DNA biochips. Dokter akan menggunakan DNA biochips secara langsung untuk mendeteksi kelainan genetis pada pasien. Sampel darah diambil dari pasien secara langsung, dan ditorehkan pada DNA biochips. Lalu chips tersebut akan dimasukkan kedalam scanner yang terhubung dengan komputer, untuk mendeteksi kelainan genetis yang terjadi. Ada aplikasi yang bertugas untuk membaca DNA biochips yang telah tertoreh sampel darah. Jika conserve region dari DNA sampel sama dengan DNA template, maka bisa dipastikan terjadi kelainan genetis. Prinsip sederhana DNA biochips adalah seperti itu.


Trend SI dan TI Dalam Bidang Media Atau New Media

1. Manfaat media

      Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Media pembelajaran adalahsebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Banyak batasan atau pengertian yan dikemukakan para ahli tentang media, diantaranya adalah: Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Asosociation of Education and Communication Technology (AECT).
Manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
-Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
-Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih di pahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik
-Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-semata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
-Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasa dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lainya.

2. Tantangan New Media


     “People are afraid of and resist new media.”(Wartella & Reeves 1983). Kira-kira itulah yang dipikirkan sebagian orang ketika mendengar new media. Di mana sebagian orang mungkin akan takut akan keberadaan media baru sementara sisanya akan bertahan. New media sendiri lahir dari istilah”konvergensi”. Konvergensi diartikan sebagai cara menyajikan konten berita melalui platform media yang beragam dalam satu kesatuan (usaha) maupun komando (cara kerja di News Room), menghadirkan konten yang beragam kepada khalayak yang beragam pula sesuai minat dan media yang digunakan (elektronik, online, mobile).
       Maka tidak mengherankan jika saat ini komputer dapat difungsikan sebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi (3G). Dalam dunia penyiaran, digitalisasi memungkinkan siaran televisi memiliki layanan program seperti layaknya internet. Cukup dengan satu perangkat, seseorang sudah dapat mengakses surat kabar, menikmati hiburan televisi, mendengar radio, mencari informasi sesuai selera, dan bahkan menelpon sekalipun.Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi (information and communication technology / ICT) selama dekade terakhir membawa tren baru di dunia industri komunikasi yakni hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi massa tradisional. Pada dataran praktis maupun teoritis, fenomena yang sering disebut sebagai konvergensi media ini memunculkan beberapa konsekuensi penting. Di ranah praktis, konvergensi media bukan saja memperkaya informasi yang disajikan, melainkan juga memberi pilihan kepada khalayak untuk memilih informasi yang sesuai dengan selera mereka. Tidak kalah serius, konvergensi media memberikan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik yang bersifat visual, audio, data dan sebagainya.
     Namun di sisi lain, perlu diakui new media menjadi sesuatu yang mampu menarik perhatian masyarakat. Karena masyarakat hanya tinggal mencari informasi yang diinginkan dengan bantuan internet, seketika itu pula informasi muncul. Sisi positif yang diperoleh khalayak memang bisa terlihat jelas, namun kekurangannya juga tidak kalah mendebarkan, dalam media online kekurangan yang terlihat ialah wartawan juga harus mengupayakan meng update berita-berita di lapangan dan memangkas tugas editor yang berfungsi untuk menyaring berita-berita yang masuk. Keberadaan konvergensi media menjadikan sebuah kompetisi baru muncul sehingga keakuratan berita menjadi bias.

3. Elemen Media

     Multimedia adalah media dan konten yang menggunakan kombinasi dari bentuk konten yang berbeda. Istilah ini dapat digunakan sebagai kata benda (media dengan beberapa bentuk) atau sebagai kata sifat yang menggambarkan media yang memiliki beberapa bentuk konten. Istilah ini digunakan dalam media yang berbeda dengan hanya menggunakan layar komputer dasar seperti teks saja, atau bentuk-bentuk tradisional dari bahan cetak. Intinya Pengertian Multimedia adalah kombinasi teks, audio, gambar diam, animasi, video, atau bentuk interaktivitas konten. Teknologi multimedia mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 80-an dan telah membuka dimensi baru dalam Teknologi Informasi. Teknologi multimedia telah membawa satu perubahan drastis pada industri media karena kemampuannya menyatukan kelebihan televisi sebagai alat audio visual dan kekuatan teknologi mesin cetak dan kemampuan teknologi interaktif komputer.

Terdapat 5 elemen multimedia penting yang mendasar pada  yaitu:
Teks – Merupakan elemen dasar untuk menyampaikan informasi. Memiliki berbagai jenis dan bentuk tulisan yang bisa memberi daya tarik dan penyampaian informasi. Memberi penekanan untuk sesuatu materi yang ingin disampaikan.
Grafis – Merupakan elemen paling penting, memberikan penekanan secara visual terhadap sesuatu presentasi maklumat.Membantu menyampaikan informasi dengan lebih berkesan.Menjadikan presentasi atau penyampaian informasi dengan lebih menarik.
Audio – Membantu menyampaikan informasi dengan lebih efektif (misalnya: penggunaan suara latar atau kesan audio khusus). Membantu meningkatkan daya tarik terhadap sesuatu tayangan.Membantu meningkatkan daya tarik terhadap isi yang di presentasikan.
Video – Menyediakan metode penyaluran informasi yang amat menarik dan hidup.Merupakan elemen atau media yang sangat dinamis dan efektif dalam menyampaikan informasi.
Animasi – Berperan sebagai penarik pada sebuah presentasi dan sangat membantu dalam menjelaskan suatu konsep yang kompleks dengan mudah.
Teknologi multimedia semakin dikenali kerana peranan pentingnya dalam bidang penyiaran, komunikasi, hiburan dan yang terbaru adalah penggunaan multimedia pada teknologi informasi dalam pendidikan.

4. Contoh Kasus SEO

     Pengertian SEO (Search Engine Optimization). Pada tahun 2000an seiring pesatnya perkembangan dunia maya seperti hadirnya Search Engine, secara tidak langsung ilmu SEO juga dibutuhkan di Indonesia, namun banyak orang belum tahu pasti apa itu SEO? Apa arti dari SEO? Bagaimana sejarah awal SEO? Apa guna dari SEO? Apa manfaat dari SEO? Apa itu Teknik SEO? semua dikarenakan pada tahun 2000 dunia maya masih belum berkembang dan persaingan antara berbagai website masih rendah. Bermacam-macam cara atau teknik SEO yang dapat dilakukan, dari Teknik Optimisasi OnPage atau Offpage, serta analisa website lawan dan website yang akan di Optimisasikan. Pada kesempatan selanjutnya saya akan posting mengenai Pengertian SEO On Page dan Off Page. Teknik SEO bukan ilmu yang bisa kita dapatkan di jenjang pendidikan formal. Teknik SEO harus dipelajari secara otodidak (dipraktekan) dan berkelanjutan (update teknik terbaru), dan perubahan yang terjadi di profesi SEO sesuai dengan aturan-aturan terbaru yang ditetapkan oleh Google (Google Panda Algorithm, Google Penguin Algorithm, Google Hummingbird Algorithm, dll). Banyak website yang memberikan informasi terbaru mengenai teknik terkini mengenai SEO. Lebih disarankan bagi Junior SEO untuk mengikuti perkembangan SEO yang pasti dari Blog Google atau dari Blog SEO ternama, dikarenakan Google melakukan minor update algorithm sekitar 500 kali setahun dan 3-4 kali untuk major updates. 

Perusahaan Perangkat Lunak: suatu perusahaan bernama Welocalize.Com adalah perusahaan penyedia solusisistem globalisasiyang mendapatkan kontribusi penjualan melalui strategi SEO sehinhha mendapatkan klien dari perusahaan-perusahaan besar berbasi multinasional, padahal banya memiliki tim penjualan yang terbatas, tapi didukung oleh strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, beberapa kontrak bisnisnya bernilai enam angka dalam satuan Dollar Amerika.. Proyeknya berupa pengintegrasian situs-situs web,intranet, dan ekstranet dem kemudahan pada staf, klien, dan mitra bisnis di seluruh dunia.

Peruahaan Penyedia Solusi Konferensi: karena purus asa dengan kampanye iklan banner-nya, sebuah perusahaan memutuskan untuk merelokasikan seluruh anggaran pemasaran online-nya dengan strategi SEP dengan menggunakan sebuah perusahaan yang memang pakar di bidang SEO, yatu yang bernama Webster Group International. Alhasil,dari strategi tersebut adalah peningkatan penjualan hinhha 500 persen dalam webtu 18 bual dan saat itu tidak ada strategi pemasaran lain yang digunakan. Strategi SEO yang dilakukan perusahaan ini adalah meluncurkan banyak situs penjualan, kemudian dioptimalisasi untuk situs pencari. Hal ini memang sangat bermanfaat, mengapa? Jawabannya, karena beberapa direktori web hanya akan memasukkan halaman utamanya saja. Dengan labih dari satu produk yang djual, kemudian membuat banayk situs/web untuk masing-masing produk meruakan strategi yang bagus untuk meningkatkan visibilitas di internet demi meningkatkan penjualan.

Perusahaan Eceran yang Menjual Asesoris Kamera: Perusahaanyang bernama DCProDirect berhasil menaikkan pendapatannya hingga 24 persen dalam waktu enam bulan melalui SEO, yaitu dengan menggunakan pelayanan yang disebut Inceptor. "Suatu perusahaan teknologi yang spesialisnya membantu perusahaan eceran untuk memasukkan ribuan dari Stock Keeping Units-nya agar terdaftar di situs pencari," demikian kata Marketing Sherpa. Tantangannya adalah bagaimana melakukan ekspansi pemasaran ke dunia internet tanpa meningkatkan biaya untuk mengonversi prospek menjadi customer. Selanjutnya, perusahaan ini membandingkan tiga strategi pemasaran online, yaitu: iklan banner, direct mail dan SEO. Sebelum melakukan SEO, data pada log file  hanya akan menunjukkan 4 persen dari para pengunjung yang berasal dari situs pencari, lalu akhirnya hanya memberikan kontribusi penjualan kurang dari 1 persen. Setelah itu, dalam waktu enam bulan setelah melakukan SEO, meningkat 24 persen dari penjualan online DCProDirect yang berasal dari para pengunjung yang datang dari situs pencari. Berdasarkan perbandingan tida media promosi, yaitu iklan banner, direct mail, dan SEO perusahaan tersebut mendapati bahwa SEO telah memberikan rasio penjual yang lebih tinggi secara dramatis.


Sumber:
http://www.academia.edu/16672300/E-health_dalam_dunia_IT
http://jendelapengetahuanweb.wordpress.com/2016/05/31/sistem-teknologi-e-health-dalam-bidang-kesehatan/
http://inet.detik.com/cyberlife/d-1005000/bioinformatika-open-source-dan-dokter-masa-depan
http://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika
http://www.seogereggi.com/2015/01/pengertian-seo-search-engine-optimization.html
http://aksota.blogspot.co.id/2012/11/contoh-studi-kasus-mengingkatkan.html
http://pengertianjaringankomputer.wordpress.com/2011/12/04/pengertian-multimedia-dan-elemen-multimedia/
http://belajaretika.blogspot.co.id/2010/06/regulasi-media-menjawab-tantangan-new.html